5 Dampak Publikasi Berita Nasional dalam Komunikasi Persuasif

Komunikasi persuasif merupakan model komunikasi yang bertujuan untuk “mengajak masyarakat”. Entah ajakan untuk merasakan, berempati, ataupun membuat kesimpulan. Dalam berita nasional, dampaknya sangat terasa untuk masyarakat luas. Selengkapnya, inilah 5 dampak yang terjadi ketika masyarakat luas mengonsumsi berita nasional.

1. Gagasan Jadi Mudah Tersampaikan


Dalam berita yang setaraf nasional itu tidak hanya ditulis oleh kru dan badan redaksi media tersebut saja. Bisa pula hasil dari para kontributor yang berasal dari luar perusahaan. Saat ini sudah ada yang namanya citizen reporter. Kegiatan ini memberikan ruang untuk masyarakat luas dalam menghimpun berita dan mempercayakan ke suatu media.
 
Ada pula sejumlah rubrik yang juga mengaitkan masyarakat luas. Khususnya para cendekiawan yang sudah terbiasa menganalisis suatu masalah dan menyimpulkan dalam bentuk karya. Entah berupa esai, pandangan, maupun sekadar opini. Media yang bagus memang harus melibatkan masyarakat dalam setiap proses kreatifnya.
 

2. Terdapat Kontrol Sosial pada Pemerintah

Ada yang bilang kalau “media dikuasai oleh pemerintah”. Dengan kata lain, pemerintahlah yang memegang kendali media mana pun, baik online maupun offline. Hal ini tidaklah benar. Faktanya, mayoritas media di Indonesia justru dipegang oleh perusahaan di luar pemerintahan. Pemerintah cukup melaksanakan agenda program tahunan saja.
 
Sedangkan media massa maupun online justru bisa menjadi kontrol sosial pada pemerintah. Soalnya tiap kali pemerintah melakukan tindakan ataupun tidak, media akan gencar memberitakannya. Jadi, pemerintah pun tidak bisa sembarang dalam mengambil kebijakan demi kebijakan. Inilah kabar bagusnya ketika media bertahan dengan ciri khas tersebut.
 

3. Mempengaruhi Kultur Masyarakat

Pengaruh media massa maupun online terhadap kultur masyarakat itu cukup besar. Soalnya dalam berita nasional, hampir semua informasi penting dari budaya dalam negeri maupun luar negeri bisa terserap. Hal ini disebabkan oleh derasnya informasi berbasis global. Sebagai warga negara Indonesia, mau tidak mau Anda harus mulai terbiasa dengan perubahan.
 
Kultur di sini bisa dalam wujud budaya musik, adat kedaerahan, sampai gaya hidup sehari-hari. Kalau kultur bisa sampai berubah, tidak menutup kemungkinan bahwa peradaban ikut berubah. Setiap pemberitaan bertaraf nasional akan mempengaruhi mindset pembaca. Baru kemudian bisa menggerakkan pikiran kreatif setiap pembaca sebagai individu.
 

4. Masyarakat Bisa Mengikuti Perkembangan Politik dengan Mudah

Dulu, semasa orde lama hingga reformasi, arus informasi tentang politik diberendel oleh pemerintah. Akibatnya, masyarakat tidak bisa mengikuti perkembangan politik dalam negeri. Padahal dunia politik itu selama ini yang mengubah tatanan dalam negara. Termasuk harga pasar, distribusi bahan pangan, dan lainnya.
 
Dengan adanya informasi dalam berita nasional populer di media massa maupun online, masyarakat jadi tahu apa yang terjadi di balik negara. Hanya saja Anda wajib menyaring setiap informasi yang dipublikasikan. Soalnya berita tentang politik itu sangat rapi dan banyak yang masih bersifat manipulatif. Jadi harus hati-hati.
 

5. Memberi Pengaruh terhadap Sikap Seseorang pada Topik Tertentu

Akhir-akhir ini, banyak media yang ramai membicarakan topik tertentu secara berulang-ulang. Ada pula media yang diciptakan khusus untuk menayangkan persepsi berbeda atas topik yang sama. Akibatnya, sikap masyarakat pun terpengaruh atas opini tersebut. Mudah-mudahan media massa maupun online apa pun bisa berdampak positif untuk khalayak.
 
Tipe tulisan dalam berita nasional di media massa dengan online itu berbeda. Rata-rata masih kaku yang berada di media massa. Sedangkan untuk media online cenderung lebih santai. Mengapa bisa berbeda? Soalnya daya tahan mata seseorang dengan lainnya berbeda-beda. Sedangkan untuk berita di media massa cenderung mudah diterima oleh mata masyarakat.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.