Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah

Rumah yang kerusakannya sudah parah tentu membutuhkan renovasi. Namun, renovasi bukanlah hal yang dapat langsung dengan mudah dilakukan. Seperti saat membangun rumah, ada hal-hal yang harus kita persiapkan. Salah satunya ialah biaya renovasi rumah. Tanpa biaya, proses renovasi tentu tidak akan bisa dilaksanakan. Apabila sudah mengetahui biaya renovasi rumah, tentu kita akan mudah mempersiapkannya. Seperti apa cara menghitung biaya renovasi rumah? Simaklah ulasannya berikut ini!

Secara umum, terdapat dua tahapan yang akan dilakukan untuk mengetahui biaya renovasi rumah, yakni:

Estimasi biaya kasar

Estimasi biaya kasar merupakan penaksiran biaya secara umum dan menyeluruh. Estimasi ini dilakukan sebelum rancangan bangunan dibuat.

Perhitungan Anggaran Biaya

Perhitungan anggaran biaya merupakan proses untuk menghitung biaya secara detail dan rinci. Perhitungan ini disesuaikan dengan perencanaan renovasi yang telah ada

1. Tahapan Estimasi Biaya
Pada tahap ini, dilakukan penaksiran anggaran biaya dengan cara menghitung volume bangunan yang akan dibuat. Selain itu, dihitung juga harga, satuan standar dari tipe bangunan, serta kualitas finishing bangunan yang akan dikerjakan.

Karena taksiran yang dibuat pada tahap ini dilakukan sebelum bangunan dirancang, maka hasil yang diperoleh ialah taksiran kasar. Jadi, kita belum memperoleh biaya yang sebenarnya. Untuk lebih jelasnya, cobalah melihat contoh berikut ini.

Terdapat sebuah bangunan dengan standar bangunan kelas A yang harganya ialah Rp 1.500.000,-/m2. Sementara itu, bangunannya memiliki luas sebesar 100m2. Oleh karena itu, perkiraan yang dibuat ialah: luas bangunan dikalikan dengan harga satuan standar, yakni 100 x @Rp 1.500.000,-/m2 = Rp 150.000.000,-.

2. Tahapan Perhitungan Anggaran Biaya
Setelah mendapatkan estimasi kasar, kita juga perlu melakukan perhitungan anggaran secara rinci. Tahap ini dilakukan dengan cara menghitung volume dan harga-harga dari seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan. Hal ini bertujuan untuk mempertanggungjawabkan nilai bangunan secara benar dan optimal. Penghitungan dilakukan dengan cara mengusun semua komponen pekerjaan, mulai dari tahapan awal pembangunan (persiapan) hingga tahapan akhir pekerjaan (finishing). Berikut adalah contoh pekerjaan-pekerjaan pada tahap ini:

  • Pekerjaan awal pembangunan terdiri dari: pembersihan lahan, pagar pengaman, mobilisasi, demobilisasi.
  • Pekerjaan sipil terdiri dari pondasi, sloof, kolom, dinding, dan rangka penutup atap
  • Pekerjaan instalasi mekanikal, elektrikan, dan plumbing terdiri dari jaringan listrik, telepon, tata suara, tata udara, air bersih, dan air kotor
  • Pekerjaan luar/halaman terdiri dari pengerasa jalan, jalan setapak, dan pagar halaman serta taman 
Untuk menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) setiap pekerjaan, kita dapat membuatnya berdasarkan jenis material dan komponen pekerjaan. Sebagai contoh:

Komponen beton. 

Komponen ini dihitung berdasarkan satuan isi volume (m3), dikalikan dengan harga satuan per m3 dan kemudian disusun berdasarkan analisis penggunaan material per m3 @ Rp m3.

Komponen material lantai, dinding, dan plafon

Ketiga komponen ini dihitung berdasarkan luas area yang ada (m2) dikalikan dengan harga satuan per m2 dan disusun berdasarkan analisa penggunaan bahan per m2 (@ Rp/m2)

Komponen material pekerjaan finishing (tali, talang air, jangingan pipa, pengkabelan, dkk)

Komponen finishing dihitung berdasarka panjang bahan yang diperlukan (m) dikalikan dengan harga satuan  per m (@ Rp/m)

Komponen material besar (daun pintu, jendela, dll)

Komponen ini dilakukan dengan cara menghitung jumlah material yang digunakan dan dikalikan dengan harga satuan material per  unitnya. Selain itu, perhitungan juga dapat dilakukan berdasarkan detail volume.

Selain keempat jenis komponen di atas, terdapat juga komponen yang sulit dihitung. Biasanya, harga komponen ini ditentukan berdasarkan nilai totalnya.

Umumnya, terdapat 5 unsur yang menjadi paduan untuk menghitung biaya renovasi rumah, yaitu:

Bahan material

Bahan-bahan material yang digunakan haruslah diprediksikan biayanya. Biasanya, harga bahan-bahan tersebut sudah termasuk biaya transportasi serta biaya bongkar muat pada sebuah konstruksi.

Jasa Pekerja

Peran pekerja sangat tergantung oleh berbagai hal. Misalnya seperti waktu bekerja, keadaan pekerjaan, keterampilan dan keahlian yang dimiliki, serta upah yang dibayarkan

Peralatan

Peralatan yang diperlukan oleh suatu jenis konstruksi harus diikutsertakan dalam perhitungan biaya renovasi

Hal tidak terduga

Terdapat dua jenis biaya tidak terduga, yakni biaya tidak terduga umum dan biaya tidak terduga proyek

Keuntungan

Biaya keuntungan untuk pemborong biasanya diambil dari 8-15% total biaya yang dibayarkan.

Sumber: http://rumahsukasuka.co.id/cara-menghitung-biaya-bangun-renovasi-rumah/

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.